04 Desember 2025
Di Tanah ini, azan masih bergema
Mengiringi subuh yang pecah di cakrawala
Desember, pagi yang tak terduga
Bumi bergetar, laut menarik napasnya
-----------------------
Tiba-tiba, ia datang, raksasa air yang pekat
Dinding hitam menjulang,
merenggut tanpa terperi
Menggulung kota, melumat desa, tanpa sekat
-----------------------
Di hamparan puing, sunyi menggantikan riuh
Sajadah basah, tangisan langit tak bertepi
Ribuan nama kini tersemat di nisan lumpur
Sehelai doa di kuburan massal
-----------------------
Puing-puing diangkat, air mata diseka
Lembah duka diubah menjadi ladang cita
Semoga kini berdiri, lebih kuat, lebih peka
Mengenang yang pergi,
menjaga hidup yang tersisa
-----------------------
Tanah ini adalah cermin, bagi seluruh dunia
Tentang kejatuhan, kesabaran,
dan harapan yang utuh
Di bawah langit biru, dalam lindungan Ilahi Rabbi
Terus bersujud, menanti fajar baru.